Kupu-kupu di Jendela Kelas

Kategori: Sastra | 516 Kali Dilihat
Kupu-kupu di Jendela Kelas Reviewed by wmufq on . This Is Article About Kupu-kupu di Jendela Kelas

Penulis : Sr. Franseline Lumban Gaol, KSSYISBN : – (Menunggu Proses)Editor : Hendra MaringgaTahun Terbit : 2025Ukuran : 14,5 x 20,5 cmJumlah Halaman : i-vi & 1-139 Tulisan yang menarik yang menggambarkan sosok penulis sebagai pribadi (Kepala Sekolah) dan sebagai Suster. Dalam tulisannya ini penulis menggambarkan pengalaman dan perjuangan yang… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga:Rp 35.000
Order via SMS

081361259940

Format SMS : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU :
Stok Tersedia
Kg
02-07-2025
Detail Produk "Kupu-kupu di Jendela Kelas"

Penulis : Sr. Franseline Lumban Gaol, KSSY
ISBN : – (Menunggu Proses)
Editor : Hendra Maringga
Tahun Terbit : 2025
Ukuran : 14,5 x 20,5 cm
Jumlah Halaman : i-vi & 1-139

Tulisan yang menarik yang menggambarkan sosok penulis sebagai pribadi (Kepala Sekolah) dan sebagai Suster. Dalam tulisannya ini penulis menggambarkan pengalaman dan perjuangan yang diperolehnya bersama banyak anak di dunia pendidikan. Pengalaman dan perjuangan itu menjadi sebuah refleksi baginya. Dia belajar dari setiap pengalaman sambil belajar menjadi lebih sempurna yang dapat dikatakan dengan suatu ungkapan sebuah proses dan berproses. Lewat refleksi itu, dalam buku ini ditampilkan nilai-nilai kesetiaan, ketekunan, kedisplinan, bahkan pengampunan nilai tertinggi dari iman yang dihayatinya.

(Sr. Gerarda Sinaga, KSSY – Pimpinan Umum KSSY)

Tugas Guru bukan hanya soal mengajar pelajaran, tetapi juga tentang menyaksikan dan merasakan kehidupan yang nyata, tentang melihat anak-anak tumbuh bukan hanya dalam kecerdasan intelektual, tetapi juga untuk kebijaksanaan yang tidak terduga. Karena itu, pembentukan karakter tidak hanya dicapai di dalam kelas, tetapi melalui sentuhan jiwa dan kesaksian hidup para pendidik.

(Sr. Gaudensia Haloho, KSSY – Ketua Yayasan Seri Amal)

“KUPU-KUPU DI JENDELA KELAS” adalah sebuah karya yang memanggil pembaca untuk berhenti sejenak dari hiruk pikuk, menarik napas dalam, dan menemukan jejak kebaikan di setiap langkah. Ini adalah ajakan untuk tidak terlalu lama “mampir minum” di persinggahan dunia, tetapi fokus melanjutkan perjalanan pulang dengan hati yang penuh syukur dan jiwa yang tulus. Buku ini meyakinkan kita bahwa misteri yang memanggil untuk bertahan bukanlah suara keras, melainkan bisikan pelan dalam kesetiaan sehari-hari, meninggalkan jejak hati yang abadi di ingatan, jauh setelah jejak kaki di tanah telah terhapus.

(Mualdin Sinurat, M. Pd. – Guru SMAS St. Ignasius Medan)

 
Chat via Whatsapp